Penyebab Harga Ayam Anjlok dan Dampaknya bagi Peternak

🔥 Trending Penyebab Harga Ayam Anjlok dan Dampaknya bagi Peternak

6/27/2026 · 👁 1 · harga-ayam-anjlokpeternak-ayamharga-telurbiaya-pakan-ternakbantuan-pangan-ayamekonomi-peternakanindustri-ayam
Question
Mengapa harga ayam anjlok?
AI

Harga ayam hidup di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor kompleks yang saling berkaitan.

Situasi Terkini Harga Ayam

Pada bulan Juni 2026, harga ayam hidup di tingkat peternak di wilayah Jabodetabek dan Banten berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram 2. Di berbagai sentra produksi nasional, harga berada di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram 3. Angka-angka ini jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP) peternak yang mencapai sekitar Rp 22.000 per kilogram 3. Kondisi ini menyebabkan peternak merugi hingga Rp 7.000 per kilogram 2 atau bahkan Rp 10.000 per ekor 3.

Penurunan harga ayam hidup ini juga berdampak pada harga daging ayam di pasar. Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga daging ayam ras nasional pada 26 Juni 2026 adalah Rp 35.000 per kilogram 1.

Penyebab Utama Anjloknya Harga Ayam

Beberapa faktor utama yang menjadi biang kerok anjloknya harga ayam hidup adalah:

1. Kelebihan Pasokan (Oversupply)

Salah satu penyebab utama adalah kelebihan pasokan ayam di pasar. Produksi ayam yang melimpah tidak diimbangi dengan daya serap pasar yang memadai, sehingga menekan harga jual 8.

2. Pembelian di Bawah Harga Acuan Pemerintah

Pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian ayam hidup di tingkat peternak sekitar Rp 19.500 per kilogram 7. Namun, pembelian di Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) seringkali jauh di bawah harga acuan ini, bahkan mencapai Rp 13.000 per kilogram di beberapa daerah 78. Hal ini menunjukkan adanya praktik pembelian yang tidak sesuai dengan regulasi, yang merugikan peternak.

3. Kenaikan Biaya Produksi, Terutama Pakan

Di tengah anjloknya harga jual, peternak juga dihadapkan pada kenaikan biaya produksi yang tidak terkendali. Harga pakan, yang merupakan komponen biaya terbesar, telah meningkat tajam. Asosiasi peternak mencatat harga pakan kini berada pada kisaran Rp 8.600 hingga Rp 9.500 per kilogram, naik sekitar Rp 1.000 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya 9. Kenaikan harga pakan ini semakin memperparah kerugian peternak karena margin usaha mereka tergerus 610.

4. Tidak Adanya Regulasi yang Mengikat Harga Jual

Ketiadaan regulasi yang efektif untuk mengikat harga jual ayam hidup di tingkat peternak menyebabkan harga sangat fluktuatif dan rentan terhadap tekanan pasar. Peternak kecil menjadi pihak yang paling rentan terhadap kondisi ini 5.

Dampak Bagi Peternak dan Konsumen

Bagi Peternak

  • Kerugian Finansial: Peternak mengalami kerugian besar karena harga jual jauh di bawah biaya produksi 23.
  • Ancaman Kebangkrutan: Peternak kecil dan mandiri terancam gulung tikar jika situasi ini terus berlanjut 5.
  • Krisis Usaha: Peternak menghadapi krisis margin usaha akibat harga jual yang turun bersamaan dengan kenaikan biaya pakan 10.

Bagi Konsumen

Meskipun harga ayam hidup di tingkat peternak anjlok, penurunan harga di tingkat konsumen tidak selalu signifikan 1. Namun, jika banyak peternak yang gulung tikar, pasokan ayam di masa depan dapat terganggu, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga di kemudian hari.

Upaya Penanganan

Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, telah mengambil langkah-langkah stabilisasi untuk melindungi peternak mandiri 5. Peternak juga mendesak pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi masalah kelebihan pasokan dan menjaga agar usaha peternakan tetap bertahan 8.

Ask your own.
Type your question below — talk to AI and let your chat become a new page.